ada apa dengan Rangga (bukan cinta)?

Sistem kita menuntut memantaskan diri

Sistem demokrasi kita pada dasarnya harus dipahami bahwa untuk mendapatkan pemimpin yang ideal maka harus dimulai dari membentuk masyarakat yang pantas mendapatkan pemimpin ideal.
Pemimpin adalah cerminan dari masyarakat, pemimpin yg saya maksudkan di sini adalah eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Bagaimana mungkin dari masyarakat yg ‘buruk’ akan terpilih pemimpin yg baik?
Memang ada sebagian yg baik, namun sebagian besar tentulah buruk.
Lihatlah sekarang masyarakat banyak menghujat pemimpin mereka padahal mereka sendiri belum tentu lebih baik dari pemimpinnya.
Mari bersama-sama kita membentuk masyarakat yg seperti masyarakat madinah! Mari kita belajar dari masyarakat terbaik yg pernah ada dalam peradaban.
Perbaiki masyarakatnya perlahan-lahan, maka jumlah pemimpin yg baik akan bertambah perlahan-lahan.

*rangga primadasa, yg berusaha menjadi anggota masyarakat yg baik


KEMI

‘jadilah orang beradab. Mencari ilmu boleh dimana saja. Pilih-pilih teman yang baik. Jangan sekali-sekali menggadaikan iman dengan dunia. Ilmu kita cari untuk ibadah kepada Allah, bukan untuk mencari keuntungan dunia. ( Halaman 14 Novel Kemi )
hmmm baru mulai baca novel ini sudah terkagum dan mendapatkan pencerahan, mari membaca :)


Ujian sesungguhnya!

‘ujian sesungguhnya menurutku adalah ujian ketika kita di alam kubur nanti ditanya sama malaikat’.
Ujian tengah semester, ujian akhir semsester, ujian skripsi, semua masih biasa. Kalau mau UAS misalnya,kita selalu menyiapkan ‘bekal’ dengan belajar mati-matian biar dapet bagus, maka sebaiknya kita juga harus berjuang mati-matian ( sekuat tenaga ) dalam menyiapkan bekal untuk ujian di alam kubur kita *ManasihatiDiriSendiri*
kemarin adalah hari berkabung untuk jurusan teknik industri universitas muhammadiyah malang, kenapa ? Karena kepala laboratorium, bu dyah retno wafat dalam usia ke 51. Innalillahiwainailaihiroji’un. Beliau adalah dosen pembimbing saya, maafkan salah mahasiswamu ini bu sejak awal semester hingga menjadi bimbinganmu sering ‘rewel’.
Beliau wafat kemarin jam 10 pagi, di rumah sakit aisyiah malang. Dikafani di sana, dishalatkan dua kali: di AR Fachruddin sama di Al Hidayah ( taman embong anyar ii ). Dimakamkan di pemakaman jetak, oma campus. Semoga bekal yang beliau persiapkan di dunia cukup dalam menghadapi ujian di alam kuburnya, amin.
Perihal kematiannya saya kurang paham tapi begini yg saya tahu: pertama itu dari gigi yg sakit, langsung kena ke syaraf bagian otak, katanya gigi dicabut malah tambah parah, selain itu bu dyah kan suka kucing; dari kucing itu kena tokso atau apa saya kurang paham, sementara itu setelah di ct scan di kepalanya asa benjolan kanker yg konon sudah 4 bulan muncul. Ya saya bingung menjelaskan komplikasi ini.
Mari kita yg masih hidup mendoakan yg sudah wafat, mari kita menjadi anak sholeh sholehan, mari kita banyak beramal dan menebar ilmu yg bermanfaat, mari anak muda bersemangatlah! Siapkan dunia untuk akhirat! *menasihatidirisendiri*


CERBUNG: KOWAWA BOYBAND SYARIAH #1

*bagian1*
‘Kalau ada 5-7 orang cowok lagi ngumpul itu tandanya mereka mau nongkrong atau mau bikin boyband’ KOWAWA :D
senja mulai menampakkan pada langit-langit kota, ada lima anak muda sedang asik berdiskusi dalam sebuah surau. Angin semilir bertiup mengoyak ilalang dan dedaunan padi dengan lembut. Apa gerangan yang mereka diskusikan? Ternyata mereka sedang berdiskusi tentang rencana mereka membentuk grup nasyid.
Entah darimana mereka kemudian memberi nama grup mereka: KOWAWA, lucu juga. Kepanjangan dari kopyah warna warni. Jadi konsepnya setiap personil menggunakan kopyah yg warnanya berbeda setiap tampil, owhhh ternyata :E. KOWAWA :D
adzan maghrib berkumandang, mereka berlima meninggalkan surau di dekat swah dan pergi ke masjid untuk bersujud kepada ALLAH Yang Maha Pengasih.


Kunci, dan pertolongan Allah

key

Aku kehabisan uang di dompet, ambil kunci motor, ambil kunci kost, dan bergegaslah ke ATM. Dari kostku ( jl saxophone 57 bawang malang ) ke ATM BRI di perempatan tunggul wulung itu ya lumayanlah, kalau jalan kaki bisa 20 menit, tapi kalau naik motor ya kerasa dekat. Uang sudah kuambil dan aku kembali ke kost, ketika hendak membuka pintu kost, wah kuncinya hilang, astaghfirullahhaladzim, ku cek saku kiri dan kananku tak kutemukan, berarti ini jatuh sepenjang jalan bolak-balik kost-ATM. Aku mencoba tenang, dan beristighfar serta bertasbih terus menerus. Kunaiki motor pelan-pelan dan mata terus menatap ke bawah untuk mencari kunci yg jatuh. Sudah sampai ATM lagi gak ketemu juga. Aku terus beristighfar. Aku naiki motor kembali ke kost, Alhamdulillah dari perempatan tunggulwulung 100 meter arah barat kutemukan kunci kost. nikmat Thuan Mana Yang Aku Dustakan? Emang benar kalau banyak menyebut Allah itu pasti beruntung kita. Alhamdulillah.


Semangat keilmuwan kita!

‘orang yunani menemukan geometri, ahli matematika india muncul dengan ide cemerlang memperlakukan nol sebagai angka, orang babel menemukan gagasan tentang nilai tempat, dan umat islam mensistemasi semua gagasan ini, menambahkan beberapa gagasan dari mereka sendiri, untuk menciptakan aljabar dan bahkan meletakkan dasar-dasar matematika modern’


Sadar hak orang lain!

Denger kabar demo buruh di bekasi yg sikapknya pertama, memaksa buruh lain yg nggak mau ikut demo, kedua, memblokir jalan tol, rasanya: SADAR NGGAK KALAU KALIAN NGGAK MENGHARGAI ORANG LAIN? Huh!!!!
Pada dasarnya ketika kita menuntut hak-hak kita, sudah seharusnya kita menghargai dulu hak orang lain. Dalam hal ini para buruh di bekasi menuntut hak gaji sampai 2,4 juta padahal di sisi lain mereka tidak menghargai hak buruh lain yg nggak mau ikut demo sekaligus tidak menghargai hak pengguna jalan tol yang jumlahnya jauh lebih banyak.
Kejadian semacam ini mengingatkan akan warga porong sidoarjo yang sok-sok-an memblokir rel kereta api ketima demo dulu!
Kalau mau dapat respek, respeklah! Gunakan cara elegan wahai kaum buruh!


Quality, cost, delivery!

Nasihat pak habibie ketika mengunjungi garuda indonesia beberapa waktu lalu, industri itu intinya quality, cost, dan delivery.
Sebagai mahasiswa teknik industri tentu aku sangat mengamini hal tersebut.
Produk haruslah dibuat dengan kualitas sebaik-baiknya, dikontrol kualitasnya agar terus konsisten.
Produk juga harus diproduksi dengan biaya yg serendah-rendahnya agar mampu bersaing dengan produk pesaing.
Delivery, produk harus dikirim dengan efektif efisian kepada konsumen.
Saya mau menambahkan: PEMASARAN. Faktor pemasaran adalah faktor penting juga dalam industri.
Dan kesemua elemen tersebut haruslah berada dalam satu sistem yang baik, maka majulah industri tersebut! Ayo bangkitkan industri nasional! Ayo jadi industrialis cerdas seperti Pak Habibie! Orang Indonesia paling cerdas!


Pop-litik: update bola!

arsenal

Bola bola dan bola, melihat timeline dari politisi negeri ini seperti @anasubaningrum @pramonoanung @budimansudjatmiko dan banyak lagi ketika sebuah pertandingan semacam el-clasico semalam, Arsenak Vs MU, dan pertandingan highclass lainnya rupanya mereka tak melewatkan untuk berkomentar dan update. Mungkin sudah tertanam dalam benak ‘berkomentar pada hal-hal yg populer di masyarakat adalah penting untuk mendekatkan kita pada konstituen yg juga suka dengan hal populer itu’ saya teringat dulu ketika film laskar pelangi ataupun ayat-ayat cinta populer SBY sampai nonton, politisi ikut komentar dan apresiatif. Lalu ketika joko widodo, wlikota solo menggunakan mobil ESEMKA hasil karya siswa SMK semua politisi rame-rame ikut pesan dan berkomentar. Pop-litik itu adalah kata yg kugunakan untuk fenomena semacam ini. Ideologi pop-litik selalu mendorong politisi untuk selalu populis,populer dalam segala bidang kehidupan yg menjadi pusat perhatian. Ahh jadi ingat mereka yang mencari popularitas di pansus Century! Pop-litik!


Pejalan Kaki kian Galau

trotoar

‘ah sekarang nggak ada tempat buat pejalan kaki’ umpat seorang mengomentari 9 orang pejalan kaki yang tewas ditabrak pengemudi xenia yg emang pengonsumsi narkoba. Bukan hanya jalanan di jakarta sebenarnya yg bikin galau, kalau kamu tahu. Di jogja trotoar di alun-alun selatan semena-mena didirikan angkringan nomaden di atasnya di malang, di dekat stadion gajayana penjual pecel itu juga menggunakan trotoar ‘banyak rumah secara sengaja trotoar di depan rumahnya dipenuhi dengan pot-pot bunga’ dimanakah ruang publik? Dimanakah ruang privat ? Perlukah kita paham mana itu ruang privat dan mana itu ruang publik. Sebaiknya kita renungi pertanyaan-pertanyaan di atas. Di sisi yang lain kita dihadapkana pada dilema bahwasannya mereka yang menggunakan ruang publik untuk kepentingan privatnya kebanyakan adalah mereka yang proletar, kalau kita usir mereka berdagang di trotoar kita iba, tapi kalu tidak maka pejalan kaki semakin galau karena ruang mereka ‘berekspresi’, ruang publik tempat mereka berjalan ( baca: trotoar ) telah direngkuh. Maka saya bisa mengambil benang merah, bahwa kesejahteraan rakyat, pengentasan kemiskinan adalah hal yg utama di negeri ini. Ada hubungan positif antara kemiskinan dengan tak tercerabutnya hak pejalan kaki. Mari kita sediakan trotoar! Di satu sisi kita entaskan kemiskinan biar mereka yg proletar tak menggelar dagangannya di trotoar. Kalau yg kaya memanfaatkan trotoar untuk kebutuhan privatnya, itu memalukan!