Hujan di masjid gedhe kauman
Kumandang cinta kepada sang penurun hujan
memanggil hamba-hamba yang lelah mengarungi siang
semua sujud bersama imam dari kauman
awan yang gelap mengawang
runtuh bersama selesainya salam dan pujian lirih
rerintik berbau tanah berbunyi sendu
menikam ubin hitam persegi panjang
pagar-pagar masjid kauman kuyub
dedaunan semakin rindang bergerak ringan
keraton sejuk
jogja sejuk
sembiru aku menatap rinainya indahnya sejuknya
sahabat hujan duduk di seberang sana
hanya beberapa meter di sebelah kiri
entah apa di benaknya
di luar pagar masjid gedhe kauman
anak ingusan bersorak sorai menikmati rinai
dan tentu bola yang diperebutkan
tukang bakso memincingkan
meninggikan celana selutut
ibu tua duduk di serambi masjid memagang payung
ah sebuah sore yang indah tiada tara!