ada apa dengan Rangga (bukan cinta)?

Erupsi

Erupsi merapi beberapa waktu yang lalu telah merusak rumah-rumah warga lereng merapi, fasilitas umum seperti jembatan menuju borobudur, dan borobudur sendiri.
Banyak aktifitas recovery korban merapi, salah satunya yg dilakukan oleh teman-teman PII Magelang yg bekerjasama dengan Rumah Zakat. Sarden, mie, selimut, obat-obatan, semua yagng dibutuhkan oleh korban merapi di salurkan. Bagitu informasi yang kami dapat dari habibi, pengurus PII ( Pelajar Islam Indonesia) Magelang.
Kemarin ketika mengunjungi borobudur dan berdiskusi dengan bapak yang bertugas membersihkan borobudur dari lumut kami mendapatkan banyak cerita. Semisal, ketika borobudur di tutup karena erupsi merapi, ekonomi warga sekitar merapi lumpuh total.
Borobudur sendiri ditutup karena dua hal, pertama karena jembatan menuju borobudur patah, kedua karena borobudur harus menerima pembersihan abu merapi yang sangat tebal menempel di permukaan candi.
Pembersihannya dibiayai oleh UNESCO, dengan melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar. Kalau abu tidak dibersihkan segera maka bisa-bisa rusak borobudur, secara abu merapi mengandung belerang pekat.
Setelah pembersihan debu, sekarang sedang proses pe,bersihan lumut. Sekarang ekonomi dan aktifitas warga lereng merapi dan sekitar borobudur bergeliat lagi. It’s nice :)